Tekan Resiko Banjir, Normalisasi Sungai di Kota Sungaipenuh Dipastikan Berlanjut 2026

Kunjungan Pemkot Sungai Penuh Ke Balai Wilayah Sungai Vi Sumatera Membahas Normalisasi Sungai
Kunjungan Pemkot Sungai Penuh Ke Balai Wilayah Sungai Vi Sumatera Membahas Normalisasi Sungai

 

Sungaipenuh, Semestajambi.co.id — Pemerintah Kota Sungai Penuh memastikan keberlanjutan program Normalisasi Sungai di Kota Sungai Penuh sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan pemulihan fungsi lingkungan. Kepastian tersebut disampaikan usai kunjungan kerja bersama tim Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh ke Balai Wilayah Sungai (BWS) VI Sumatera dan Balai Wilayah Bina Marga Provinsi Jambi.

Bacaan Lainnya

Hingga saat ini, normalisasi pada sungai-sungai utama di wilayah Sungai Penuh, yakni Sungai Batang Merao, Batang Bungkal, dan Air Sempit, telah mencapai lebih dari 19 kilometer. Program tersebut dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam menekan potensi banjir saat musim hujan.

“Normalisasi sungai yang telah berjalan terbukti mampu mengurangi genangan dan banjir di sejumlah kawasan yang sebelumnya rawan,” ujar Walikota Sungai Penuh usai pertemuan dengan BWS VI Sumatera.

Selain menekan risiko banjir, Normalisasi Sungai yang berada dalam lingkup Kita Sungai Penuh juga berdampak pada sektor pertanian. Sejumlah lahan persawahan yang telah puluhan tahun tidak digarap akibat sedimentasi dan buruknya aliran air kini mulai kembali diolah oleh masyarakat. Pemerintah daerah menilai kondisi tersebut sebagai indikator pemulihan fungsi sungai yang berdampak langsung pada ekonomi warga.

Balai Wilayah Sungai VI Sumatera menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program normalisasi pada tahun 2026. Rencana lanjutan mencakup pengerjaan sepanjang lebih dari 11 kilometer, sebagai bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur sumber daya air di daerah.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Bina Marga Provinsi Jambi atas pembangunan sejumlah ruas jalan strategis, di antaranya Jalan Tanjung Rawang dan Jalan Muara Jaya. Infrastruktur tersebut dinilai berperan penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah.

“Pembangunan jalan tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan sektor pertanian, tetapi juga membuka akses yang menghubungkan beberapa kecamatan di wilayah Kota Sungai Penuh,” kata Alfin yng saat ini menjadi orang nomor satu di Kota sungaipenuh.

Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur jalan dan normalisasi sungai dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, Sungai Penuh diharapkan mampu meningkatkan ketahanan lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *