KERINCI,semestajambi.co.id— Komunitas Bilik Budaya Kerinci yang baru di resmikan oleh bupati kerinci ini menorehkan prestasi membanggakan. Event seni dan budaya yang mereka gelar sukses menyedot ribuan pengunjung dari berbagai kalangan. Namun, bukan hanya kemeriahan pertunjukan yang menjadi sorotan, melainkan event ini ramah lingkungan tanpa sampah yang terlihat di lokasi acara.
Sejak awal acara hingga selesai, area kegiatan tampak bersih dan tertata. Hampir tidak terlihat sampah plastik, sisa makanan, maupun botol minuman yang berceceran di sekitar lokasi. Fenomena ini menjadi pemandangan langka, bahkan bisa dibilang yang pertama dalam sejarah event budaya di Kerinci.
Berbagai penampilan seni tradisi, musik daerah, dan atraksi budaya dari sanggar-sanggar lokal tampil spektakuler di hadapan lautan penonton. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, namun tetap dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan.
Pembina Komunitas Bilik Budaya Kerinci Amin Martono menyampaikan bahwa “event tanpa sampah” bukan sekadar slogan, melainkan bagian dari visi jangka panjang komunitas.
“Kami ingin membuktikan bahwa event budaya bisa berjalan meriah tanpa meninggalkan persoalan lingkungan. Budaya itu bukan hanya tentang seni, tapi juga tentang sikap dan tanggung jawab terhadap alam,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesuksesan ini tidak lepas dari peran relawan, pelaku seni, serta pengunjung yang ikut disiplin membawa kembali sampah pribadi dan menggunakan wadah ramah lingkungan.
“Kesadaran kolektif inilah yang kami bangun. Ketika seni, adat, dan kepedulian lingkungan bertemu, maka lahirlah peradaban yang beradab,” tambahnya.
Keberhasilan Komunitas Bilik Budaya Kerinci ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak pengunjung berharap konsep serupa dapat diterapkan pada event-event besar lainnya di Kabupaten Kerinci, bahkan di tingkat provinsi.
Dengan capaian ini, Bilik Budaya Kerinci tidak hanya menghadirkan ruang ekspresi seni, tetapi juga menjadi pelopor gerakan event budaya yang bersih dari sampah yang patut dicontoh.
