Semestajambi – Curah hujan ekstrem yang terjadi sejak Selasa (9/9/2025) hingga Rabu pagi (10/9/2025) telah menyebabkan banjir besar di sejumlah wilayah Bali, terutama di Denpasar dan beberapa kabupaten lainnya.
Sedikitnya empat orang tewas dan empat orang masih dalam pencarian dalam bencana ini.
Di Denpasar, dua bangunan ambruk dan menewaskan empat orang . Di Kabupaten Jembrana, dua korban lain dilaporkan meninggal, termasuk seorang wanita hamil dan seorang pria yang terpeleset saat memantau banjir .
Sekitar 85 warga telah dievakuasi, khususnya di wilayah Jembrana .
Tercatat 43 titik banjir, dengan dua area paling parah berada di sekitar Pasar Badung dan aliran Sungai Tukad Badung, termasuk ruas Jalan Pura Demak .
Tim SAR (Basarnas) juga menyebut beberapa titik parah lainnya seperti Pulau Misol, Pulau Biak 1, Pura Demak, dan kawasan Teuku Umar .
Dmaoak dari bencana Banjir menutup akses sejumlah ruas jalan di Denpasar—termasuk yang menuju bandara internasional—sehingga kendaraan non-truk tidak bisa lewat .
Beberapa video di media sosial memperlihatkan jalan-jalan utama tergenang parah hingga mengakibatkan kemacetan parah dan kendaraan mogok .
Dari data BMKG, curah hujan ekstrem hingga 150 mm selama 9–10 September 2025, turun hampir di seluruh wilayah Bali termasuk Denpasar, Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Karangasem .
Fenomena Equatorial Rossby Waves disebut sebagai pemicu pembentukan awan hujan tebal dan hujan deras .
Cuaca ekstrem diperkirakan akan berlanjut hingga minggu depan, dengan potensi hujan ringan sampai sedang di sebagian besar area Bali .
BNPB menjanjikan respons cepat, termasuk distribusi logistik dasar seperti makanan, pakaian, tenda, dan terus melakukan penilaian kebutuhan mendesak di wilayah terdampak .
Basarnas telah menerjunkan tim SAR untuk evakuasi di titik-titik terdampak, meskipun banyak lokasi sulit dijangkau karena tingginya genangan air.