Semestajambi – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, pada Kamis (11/9/2025), menjenguk sejumlah siswa SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menjadi korban insiden robohnya atap ruang kelas dan aula sekolah sehari sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen menyempatkan diri melihat kondisi para siswa yang tengah dirawat di RS Tamrin. Ia menyampaikan doa, dukungan moral, serta memastikan penanganan medis bagi para korban berjalan dengan baik.
“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak kita di SMKN 1 Cileungsi. Saya pastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung, dan kami terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta keluarga korban,” ujar Mendikdasmen.
Selain menjenguk, Mendikdasmen juga menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait kelayakan bangunan sekolah. Ia menekankan bahwa keselamatan siswa dan guru harus menjadi prioritas utama.
Pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor disebut akan segera membentuk tim khusus untuk mengaudit kondisi sarana dan prasarana sekolah, serta mempercepat langkah perbaikan agar kegiatan belajar-mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
Sebelumnya, pada Rabu (10/9/2025) siang, atap empat ruang kelas dan satu aula SMKN 1 Cileungsi ambruk ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Sebanyak 35 siswa berhasil dievakuasi, 17 di antaranya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Musibah ini menimbulkan keprihatinan luas dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat, organisasi pendidikan, hingga pemerintah pusat.