SemestaJambi – Nama mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo masuk dalam bursa calon Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Kehadiran Gatot dinilai menguntungkan Prabowo karena rekam jejaknya yang sempat bermasalah dengan Presiden sebelumnya, Joko Widodo.
Gatot dikenal sebagai sosok tegas dengan gaya kepemimpinan nasionalis. Hubungan kurang harmonis dengan Jokowi—mulai dari pencopotan lebih cepat hingga perbedaan sikap soal kebijakan pangan—membuatnya dianggap akan lebih loyal terhadap Prabowo. Hal ini sekaligus memperkuat citra Prabowo sebagai presiden yang berani merangkul figur berseberangan dengan pemerintahan sebelumnya.
Selain pengalaman di militer, Gatot juga masih memiliki basis pendukung yang kuat dari kelompok nasionalis dan religius. Jika benar ditunjuk, posisinya bisa memperluas dukungan politik terhadap pemerintahan baru sekaligus memperkuat stabilitas politik dan keamanan nasional.
Meski begitu, nama Gatot masih sebatas spekulasi. Publik kini menanti keputusan resmi Prabowo dalam menentukan siapa yang akan menduduki kursi Menko Polhukam, posisi strategis yang mengoordinasikan kebijakan di bidang politik, hukum, pertahanan, dan keamanan.