normalisasi sungai di kota sungai penuh, langkah antisipasi banjir jelang musim penghujan

Dok. Semesta Jambi.co .id 20250924 125625 0000
Dok. Semesta Jambi.co .id 20250924 125625 0000

Sungaipenuh, SemestaJambi – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi potensi banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan. Salah satunya dengan melaksanakan program normalisasi sejumlah sungai yang berada di kawasan rawan luapan air.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh, pekerjaan normalisasi difokuskan pada tiga aliran sungai utama, yaitu Sungai Bungkal, Sungai Air Sempit, dan Sungai Batang Merao.

Bacaan Lainnya

Untuk Sungai Batang Merao, yang menjadi langganan meluap setiap musim hujan, normalisasi dilakukan dengan cara pelebaran aliran sungai hingga mencapai 9 meter di beberapa titik kritis. Sementara itu, di Sungai Bungkal dan Air Sempit, pengerjaan lebih difokuskan pada pendalaman dasar sungai, pengerukan, serta penguatan tebing. Langkah ini bertujuan agar kapasitas tampung air meningkat dan dapat menahan volume air yang melonjak saat curah hujan tinggi.

Program normalisasi ini dikerjakan bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera VI. Pemerintah menargetkan, setelah pengerjaan rampung, genangan yang kerap terjadi di sejumlah titik rawan dapat berkurang, terutama di tiga kecamatan yang sering terdampak banjir, yakni Kecamatan Kumun Debai, Tanah Kampung, dan Hamparan Rawang.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menegaskan bahwa setiap tahun ribuan rumah warga di sekitar aliran Sungai Batang Merao terdampak banjir. Dengan adanya normalisasi, pemerintah berharap risiko luapan sungai bisa ditekan seminimal mungkin.

“Setiap tahun, sedikitnya ribuan rumah terutama di tiga kecamatan yakni Kumun Debai, Tanah Kampung, dan Hamparan Rawang terdampak banjir. Melalui normalisasi ini, kita berharap dampaknya dapat diatasi,” ungkap Alfin.

Langkah antisipasi ini diharapkan mampu memberi perlindungan lebih baik bagi masyarakat serta memperkuat infrastruktur pengendali banjir di Kota Sungai Penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *