Semesta jambi– Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) telah ditunjuk jadi salah satu Dewan Penasihat (Advisory Board) Bloomberg New Economy.
Bloomberg New Economy merupakan forum elit yang didirikan tahun 2018, diisi tokoh-tokoh dunia berpengaruh di bidang ekonomi, kebijakan hingga teknologi.
Pengumuman penunjukan Jokowi disampaikan di New York, Amerika Serikat pada April lalu.
Dalam situs resminya, Bloomberg nmenyebut, pembentukan Dewan Penasihat Global yang dilakukan pada April 2025 untuk membantu menghadapi tantangan kompleks yang dihadirkan dunia saat ini.
“Kelompok penasihat menghadirkan pengalaman di tingkat tertinggi dalam bidang bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral, dan masukan mereka akan menjadi kunci dalam mengarahkan upaya kami,” tulis Bloomberg.
Tokoh Dunia yang Duduk Bersama Jokowi
Dalam forum tersebut, Jokowi akan berdiskusi dan memberi masukan sejajar dengan nama-nama besar.
Di antaranya ada mantan Perdana Menteri Italia Mario Draghi, mantan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, CEO Apollo Global Management Marc Rowan, Deputi Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath, Duta Aksi Iklim Singapura Ravi Menon, dan salah satu pendiri perusahaan bioteknologi Moderna Noubar Afeyan.
Dengan bergabungnya Jokowi, daftar dewan penasihat Bloomberg New Economy kian mencerminkan keterwakilan lintas benua.
Profil Jokowi Jadi Pertimbangan
Bloomberg New Economy dalam keterangan resminya menyoroti keistimewaan profil Jokowi.
Ia bukan hanya politisi dan pengusaha, melainkan juga presiden pertama Indonesia yang tidak lahir dari kalangan militer atau elite politik.
Kepemimpinan Jokowi dianggap representasi pemimpin yang lahir dari rakyat, dekat dengan realitas sosial-ekonomi, sekaligus memiliki rekam jejak pembangunan yang diakui global.
Misi Bloomberg New Economy
Dewan ini dibentuk untuk memberikan arahan strategis dalam menghadapi tantangan global.
Beberapa isu utama yang jadi fokus adalah perubahan arah perdagangan internasional, dinamika investasi lintas negara.
Selain itu juga fokus pada revolusi teknologi dan disrupsi digital dan krisis iklim yang mengancam dunia.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik, kemajuan teknologi, dan krisis iklim yang semakin kompleks, kolaborasi lintas negara sangat dibutuhkan demi kemakmuran global,” ujar mantan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo.
Senada, pendiri Bloomberg LP, Mike Bloomberg, menyebut kehadiran dewan penasihat akan membuat misi platform ini semakin relevan.
“Dengan begitu banyak kekuatan yang mengubah ekonomi global, peran Bloomberg New Economy menjadi lebih penting,” katanya.
Bloomberg New Economy akan menggelar pertemuan besar pada 19–21 November 2025 di Singapura
Forum ini mengusung tema”thriving in an age of extremes” atau bertahan di era penuh gejolak.
Jokowi bersama para tokoh dunia lain di jadwalkan hadir untuk membahas solusi mengahadapi ketidakpastian ekonomi global