Img 20250925 200752
Img 20250925 200752

Banyuwangi, 25 September 2025 —
Pada Kamis sore sekitar pukul 16:04:12 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 (update: M5,3) mengguncang wilayah laut timur laut Banyuwangi, Jawa Timur. Berdasarkan data dari BMKG, episenter gempa berada di koordinat 7,87° LS, 114,45° BT, pada kedalaman 12 km, dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.

Guncangan gempa terasa kuat di Banyuwangi (skala IV MMI), serta juga dirasakan di wilayah Lumajang, Denpasar, Buleleng, Jember, Bondowoso, dan Mataram dengan intensitas yang lebih lemah.

Bacaan Lainnya

Dampak dan Kerusakan

Akibat gempa tersebut, sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Beberapa laporan kerusakan yang tercatat:

Atap Masjid Muttaqin di Dusun Pinggirpapas, Desa Sidowangi, ambruk akibat gempa. Material genting, papan kayu, dan elemen atap lainnya berserakan ke dalam bangunan masjid.

Rumah-rumah warga di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, juga dilaporkan rusak.

Di Kabupaten Situbondo, khususnya wilayah perbatasan Wonorejo, terdapat rumah yang mengalami kerangka retak dan kerusakan struktural.

Hingga pukul 16:40 WIB, BMKG mencatat lima gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo tertinggi M3,3.

Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, gempa ini bersifat destruktif dan disebabkan oleh aktivitas sesar geser (strike-slip).

Respons & Imbauan

Sejumlah aparat daerah dan tim SAR segera dikerahkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal. Beberapa himbauan penting yang disampaikan:

1. Tetap tenang dan jauhi bangunan yang retak atau terlihat tidak stabil.

2. Hindari penggunaan telepon genggam (seluler) secara berlebihan saat berada dalam bangunan, guna menghindari kepanikan massal.

3. Pastikan jalur evakuasi aman, terutama di daerah pesisir atau dekat bangunan tinggi.

4. Cek kondisi struktur bangunan, terutama atap, dinding, dan pondasi, sebelum kembali menempati rumah.

5. Tetap waspada terhadap gempa susulan dan ikuti update resmi dari BMKG dan BPBD setempat.

 

BMKG juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan informasi hoaks terkait gempa dan tsunami yang belum terverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *