Menu MBG Kayu Aro Dikeluhkan

Menu Makanan Bergizi Di Kayu Aro Terdiri Dari Ayam Goreng Kentang Kacang Rebus Dan Pisang
Menu Makanan Bergizi Di Kayu Aro Terdiri Dari Ayam Goreng Kentang Kacang Rebus Dan Pisang

Kerinci, SemestaJambi.co.id – Program Makanan Bergizi (MBG) di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, tengah menuai sorotan tajam dari masyarakat. Hal ini setelah menu makan siang yang disediakan oleh Dapur Tika Seno, penyedia program MBG di wilayah tersebut, dinilai tidak sesuai dengan standar gizi yang diharapkan.

Dalam pantauan lapangan di SMA Negeri 7 Kayu Aro, menu makan siang yang dibagikan kepada siswa terdiri atas tujuh potong kecil kentang goreng, tujuh butir kacang rebus, satu buah pisang, sepotong ayam goreng, serta sayur kacang panjang dan wortel. Anehnya, paket tersebut tidak menyertakan nasi, padahal masyarakat Kayu Aro dikenal dengan pola makan yang sangat bergantung pada nasi sebagai sumber karbohidrat utama.

Bacaan Lainnya

“Kalau tidak ada nasi, anak-anak cepat lapar lagi. Apalagi mereka sekolah sampai siang,” ujar Yuliani (45), salah satu wali murid di Kayu Aro, Kamis (9/10/2025).

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai, menu MBG tersebut tidak seimbang secara gizi, terlebih program MBG untuk jenjang SMP dan SMA memiliki alokasi anggaran lebih besar dibandingkan tingkat SD. “Idealnya, dengan anggaran lebih tinggi, kualitas menunya juga meningkat, bukan menurun,” kata Fahmi Putra, aktivis pendidikan Kerinci.

Sebagai perbandingan, di Kecamatan Gunung Tujuh, menu MBG justru menunjukkan peningkatan kualitas. Menu makan siang di wilayah itu kini berisi nasi goreng, telur mata sapi, tempe goreng, sayur tomat, buah anggur, dan kerupuk — bahkan untuk siswa tingkat SD.

Perbedaan mencolok antara dapur MBG di dua kecamatan ini menimbulkan pertanyaan publik terkait standar penyusunan menu dan sistem pengawasan mutu program. Warga mendesak agar pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua penyedia MBG.

“Program ini sangat baik kalau dijalankan dengan benar. Tapi kalau menunya tidak memenuhi standar gizi, tujuannya tidak tercapai,” ujar Rahmad Hidayat, tokoh masyarakat Kayu Aro.

Masyarakat berharap, evaluasi program Makanan Bergizi (MBG) segera dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh siswa dan mampu mendukung peningkatan semangat belajar di Kabupaten Kerinci.(ari)

Sumber : Suarabernas.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *