Diana Tegaskan Aksi Busana Dalam Hanya Kiasan, Bukan Tindakan Nyata

Ketua P4 Diana Memberikan Klarifikasi Kepada Wartawan Di Jakarta Tentang Isu Aksi Busana Dalam
Ketua P4 Diana Memberikan Klarifikasi Kepada Wartawan Di Jakarta Tentang Isu Aksi Busana Dalam

Jakarta, SemestaJambi — Ketua Organisasi Persatuan Perempuan Peduli Pancasila (P4), Diana, memberikan klarifikasi tegas terkait isu rencana aksi mengenakan busana dalam yang sempat viral di media sosial. Ia memastikan bahwa rencana tersebut bukan aksi nyata, melainkan kiasan simbolik untuk menuntut aparat hukum segera menetapkan status hukum terhadap Roy Suryo Cs.

Kepada awak media di Jakarta, Rabu (8/10/2025), Diana menjelaskan bahwa P4 tidak pernah merencanakan aksi vulgar sebagaimana yang disebarkan di berbagai platform digital.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak pernah berniat tampil dengan busana dalam di ruang publik. Itu hanya bentuk kiasan agar aparat penegak hukum membuka mata dan segera bertindak,” tegas Diana.

 

Menurutnya, ungkapan tersebut menggambarkan keterbukaan dan kejujuran perempuan Indonesia dalam memperjuangkan keadilan, bukan ajakan untuk melakukan aksi tidak senonoh. Ia menyayangkan banyak pihak yang menafsirkan secara keliru sehingga menciptakan persepsi negatif terhadap organisasi yang dipimpinnya.

Diana juga menyoroti bahwa kasus hukum Roy Suryo Cs sudah terlalu lama menggantung tanpa kejelasan. Ia menilai publik berhak mendapat kepastian hukum agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.

“Kami hanya ingin hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Jangan biarkan publik merasa keadilan hanya milik segelintir orang,” tambahnya.

 

Organisasi P4 sendiri dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan advokasi perempuan di berbagai daerah. Diana menegaskan pihaknya akan tetap menggunakan cara-cara damai dan bermartabat dalam menyampaikan aspirasi. Ia berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri kesalahpahaman yang beredar luas di dunia maya.

Sementara itu, warganet memberikan beragam tanggapan. Sebagian mendukung langkah Diana yang berani menyuarakan aspirasi, namun sebagian lain menilai pilihan kata “busana dalam” terlalu sensasional.
Meski begitu, Diana menegaskan dirinya tidak menyesal menggunakan metafora tersebut, karena menurutnya “kadang masyarakat baru sadar ketika pesan disampaikan dengan cara yang berbeda.”

Dengan penjelasan itu, Diana berharap publik dapat melihat substansi perjuangan P4, yaitu menegakkan keadilan dan moralitas berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *