KERINCI, semestajambi-Sanggar Gong Berantai menegaskan keseriusannya dalam melestarikan seni dan budaya tradisional di wilayah Tigo Luhah Tanjung Tanah, daerah yang dikenal memiliki nilai sejarah tinggi, termasuk keberadaan naskah Melayu tertua di dunia yang menjadi bukti peradaban Melayu masa lampau.
Ketua Sanggar Gong Berantai, Zainal Abidin, mengatakan bahwa upaya pelestarian seni dan budaya tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan nilai adat yang telah diwariskan oleh para leluhur. Menurutnya, Tigo Luhah Tanjung Tanah bukan hanya kaya akan tradisi seni, tetapi juga menjadi pusat penting khazanah intelektual Melayu.
“Tigo Luhah Tanjung Tanah dikenal dunia melalui naskah Melayu tertua. Ini menjadi tanggung jawab moral bagi kami untuk menjaga dan melestarikan seni, adat, dan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Zainal Abidin.
Ia menjelaskan, Sanggar Gong Berantai secara konsisten melakukan pembinaan terhadap generasi muda melalui latihan rutin, pementasan seni tradisional, serta keterlibatan dalam berbagai agenda budaya. Langkah ini bertujuan menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal sejak dini.
Zainal Abidin juga berharap adanya dukungan tidak hanya secara lisan, tetapi juga dukungan nyata dari pemerintah desa, tokoh adat, dan pihak terkait, baik dalam bentuk fasilitas maupun dukungan material, guna menunjang keberlangsungan kegiatan sanggar.
Dengan komitmen dan semangat kebersamaan, Sanggar Gong Berantai optimistis dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan seni dan budaya Tigo Luhah Tanjung Tanah agar tetap lestari dan diwariskan kepada generasi mendatang.