Sarolangun, Semesta Jambi – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat komitmen percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang dipimpin langsung Wakil Bupati Sarolangun, Gerry Trisatwika, SE, Rabu (14/1/2026), di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun.
Rakor Percepatan Program MBG Sarolangun ini dihadiri Sekretaris Daerah Ir. Muhammad Arief, RH, MUM, para Staf Ahli Bupati, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Sarolangun Fitri Permata Sari, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Selain itu, seluruh korwil BGN kecamatan se-Kabupaten Sarolangun turut hadir untuk menyatukan langkah strategis.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Rakor Percepatan Program MBG Sarolangun menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan menjalankan peran secara optimal. Ia menekankan bahwa BGN berperan sebagai motor penggerak, namun keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi lintas OPD.
“Program MBG tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu, diperlukan kolaborasi kuat agar percepatan dan operasional MBG di Sarolangun berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujar Gerry Trisatwika.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diluncurkan di beberapa wilayah. Namun demikian, masih terdapat titik-titik SPPG yang tengah dalam tahap persiapan dan perlu percepatan agar segera beroperasi.
Oleh karena itu, Wakil Bupati meminta pembaruan data penerima manfaat dilakukan secara berkelanjutan, baik dari pihak sekolah maupun dinas sosial. Validasi data tersebut dinilai krusial untuk memastikan seluruh sasaran program, sesuai regulasi BGN, benar-benar terlayani.
“Data penerima manfaat harus akurat dan selalu diperbarui. Dengan begitu, ketika seluruh SPPG aktif, manfaat MBG bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat Sarolangun,” tegasnya.
Sementara itu, Korwil BGN Sarolangun Fitri Permata Sari menjelaskan bahwa pembentukan SPPG wajib memenuhi sejumlah persyaratan teknis. Mulai dari jumlah penerima manfaat, jangkauan maksimal pelayanan enam kilometer atau waktu tempuh 30 menit, hingga kapasitas ideal 2.500–3.000 penerima per SPPG.
Ia juga memaparkan bahwa penerima manfaat MBG meliputi peserta didik PAUD hingga SMA, santri pesantren, tenaga pendidik, serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
“SPPG baru tidak boleh langsung beroperasi maksimal. Distribusi makanan dilakukan bertahap untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan,” jelas Fitri.
Melalui Rakor Percepatan Program MBG Sarolangun ini, Pemerintah Kabupaten berharap seluruh pihak dapat bergerak cepat, saling berkoordinasi, serta menyelesaikan kendala di lapangan demi keberhasilan program nasional tersebut di tingkat daerah.