KERINCI , semestajambi.co.id– Polres Kerinci bergerak cepat menangani kasus penghadangan dan penganiayaan remaja di Desa Koto Tengah yang terjadi pada Kamis malam (16/04/2026). Insiden ini menjadi perhatian publik karena melibatkan sekelompok pelaku yang diduga berjumlah sekitar 15 orang.
Peristiwa bermula ketika korban, Deri Haryanto (25), bersama rekannya melintas dari Desa Koto Patah menuju Kota Sungai Penuh menggunakan sepeda motor Honda Beat Street. Namun, setibanya di Desa Koto Tengah, Kecamatan Danau Kerinci Barat, mereka diikuti oleh sekelompok orang tak dikenal.
Situasi kemudian memanas. Para pelaku menghadang korban dan melontarkan intimidasi. Meskipun korban berusaha menghindari konflik, salah satu pelaku justru melakukan pemukulan menggunakan botol yang mengenai kepala korban. Akibatnya, korban mengalami luka lecet dan bengkak di bagian kepala.
Tidak hanya itu, aksi tersebut juga berujung pada dugaan perampasan. Korban kehilangan satu unit sepeda motor serta ponsel merek Infinix yang tersimpan di dalam bagasi. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp12 juta.
Menanggapi laporan tersebut, jajaran Polsek Danau Kerinci langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan. Mereka bergerak cepat untuk mengamankan situasi serta mencegah potensi konflik lanjutan di tengah masyarakat.
“Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kasi Humas Polres Kerinci.
Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat juga mengintensifkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Langkah ini dinilai krusial untuk mengidentifikasi para pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan.
Di sisi lain, polisi juga memberikan pendampingan kepada korban dan mengarahkan untuk membuat laporan resmi sebagai dasar proses hukum lebih lanjut. Hingga Jumat pagi (17/04/2026), situasi di wilayah hukum Polsek Danau Kerinci dilaporkan aman dan terkendali.
Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Dengan demikian, stabilitas keamanan di wilayah tersebut dapat terus terjaga.