JAMBI,Semestajambi.co.id -– Persoalan gaji RSUD Bangko belum dibayar memicu keresahan di kalangan tenaga kesehatan. Kondisi ini terjadi di RSUD Kolonel Abundjani Bangko, Kabupaten Merangin, yang kini menghadapi tekanan serius pada layanan.
Sejumlah tenaga PPPK dan pegawai BLUD mengaku belum menerima gaji selama 4 hingga 5 bulan. Akibatnya, sebagian tenaga memilih mogok kerja, sementara lainnya terpaksa tetap bertugas demi menjaga pelayanan kesehatan masyarakat.
## Gaji RSUD Bangko Belum Dibayar Picu Keluhan Tenaga BLUD
Tenaga BLUD mengeluhkan beban kerja yang meningkat. Mereka harus menutupi kekurangan tenaga akibat aksi mogok, bahkan dipaksa bekerja hingga 24 jam.
“Kami tetap bekerja demi pasien, tapi kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Kami juga butuh kejelasan,” ujar salah satu tenaga medis.
Selain itu, mereka menegaskan jika pembayaran hanya dilakukan satu bulan, maka potensi mogok susulan akan terjadi. Dengan kata lain, masalah gaji RSUD Bangko belum dibayar berisiko memperparah kondisi layanan kesehatan.
## Masalah Dana dan Transparansi
Di sisi lain, muncul dugaan terkait pengelolaan dana rumah sakit. Beberapa tenaga menyebut pencairan dana dari BPJS Kesehatan sebenarnya sudah berlangsung hingga beberapa bulan terakhir.
Namun demikian, informasi yang beredar di internal menyebutkan pencairan baru sampai bulan Februari. Perbedaan informasi ini memicu kecurigaan di kalangan pegawai.
Selain itu, alasan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan juga disebut sebagai faktor keterlambatan. Meski begitu, pegawai mempertanyakan transparansi manajemen.
## Gaji RSUD Bangko Belum Dibayar Ancam Pelayanan Publik
Situasi ini berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan masyarakat. Jika tenaga medis terus berkurang atau melakukan mogok, maka pasien menjadi pihak yang paling terdampak.
Oleh karena itu, para pegawai berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta pembayaran gaji dilakukan secara penuh dan transparan.
“Rumah sakit ini tidak kekurangan dana, tapi kami butuh pengelolaan yang jujur dan terbuka,” ungkap sumber internal.