KERINCI, Semestajambi.co.id – Arus lalu lintas di ruas jalan nasional Kerinci–Bangko yang sebelumnya lumpuh akibat longsor di Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, kini sudah kembali normal dan dapat dilewati kendaraan dari dua arah, Jumat (8/5/2026).
Sebelumnya, longsor yang terjadi pada dini hari sempat menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter dan menyebabkan antrean panjang kendaraan. Setelah dilakukan pembersihan material menggunakan alat berat, akses utama penghubung Kabupaten Kerinci dan Bangko tersebut akhirnya kembali dibuka penuh.
Jalur Kerinci Bangko Sudah Kembali Normal
Kapolsek Batang Merangin, Ahmad Muslikan, menyampaikan bahwa jalur saat ini sudah dapat dilalui secara normal. Namun, pengendara tetap diminta berhati-hati saat melintas di lokasi longsor.
“Jalur sudah bisa dilewati normal, tetapi pengendara diminta tetap waspada karena masih terdapat material longsor di sisi badan jalan dan cuaca saat ini tidak menentu,” ujarnya.
Petugas gabungan dari kepolisian bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci sebelumnya bekerja melakukan pembersihan material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan.
Selain itu, sejumlah personel juga masih berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas maupun kemungkinan longsor susulan.
Waspadai Longsor Susulan Saat Hujan
Meski akses kendaraan sudah kembali normal, kondisi tanah di sekitar titik longsor masih dinilai labil. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu longsor susulan di kawasan perbukitan tersebut.
Karena itu, pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan kendaraan, terutama saat melintasi area rawan longsor. Pengendara roda dua maupun roda empat juga diminta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama.
Ruas jalan nasional Kerinci–Bangko diketahui menjadi jalur vital penghubung masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah. Gangguan akses akibat longsor sebelumnya sempat menghambat aktivitas transportasi warga.
Saat ini, alat berat masih disiagakan di sekitar lokasi guna mengantisipasi apabila terjadi pergerakan tanah atau longsor susulan akibat cuaca ekstrem.