SUNGAI PENUH,semestajambi.co.id – Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri Randa, S.Sos., M.M., menghadiri permainan Kesenian Irama Minang (KIM) yang digelar Polres Kerinci sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan yang berlangsung di Aula IAIN Kerinci, Sabtu malam (27/6), berlangsung meriah dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Permainan KIM menjadi salah satu hiburan rakyat yang masih bertahan di tengah perkembangan zaman. Melalui iringan lagu khas Minang, pemandu acara menyebutkan nomor yang kemudian dicocokkan peserta dengan kartu permainan. Suasana penuh kegembiraan pun tercipta karena setiap peserta berpeluang memperoleh hadiah yang telah disediakan panitia.
Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran para unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tamu undangan semakin menambah semarak perayaan Hari Bhayangkara ke-80 Polres Kerinci.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa turut memberikan dukungan nyata dengan menyumbangkan hadiah uang tunai sebesar Rp3 juta. Bantuan itu diberikan untuk menambah semangat peserta sekaligus mendukung suksesnya pelaksanaan permainan KIM sebagai hiburan rakyat yang sarat nilai kebersamaan.
Menurut Hutri Randa, permainan KIM bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya yang patut dilestarikan. Di sisi lain, kegiatan seperti ini mampu memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dan masyarakat sehingga tercipta hubungan yang semakin harmonis.
“Permainan KIM tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan kebersamaan. Kami berharap Polri, khususnya Polres Kerinci, terus sukses memberikan pelayanan terbaik serta semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Hutri Randa.
Ketua DPRD Hadiri Permainan KIM Bhayangkara Perkuat Sinergi Polri dan Masyarakat
Lebih lanjut, rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 di Kerinci menunjukkan komitmen Polres Kerinci untuk menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Pendekatan budaya dinilai efektif dalam membangun kedekatan emosional sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Permainan KIM yang berlangsung hingga malam hari itu pun ditutup dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, dan kekeluargaan. Melalui momentum tersebut, sinergi antara Polri, DPRD, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjalin kuat demi mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, serta pelestarian budaya lokal di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.