Semestajambi.co.id, KERINCI — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kerinci-Sungai Penuh resmi menutup Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional di Ma’had IAIN Kerinci, Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menegaskan pentingnya penguatan intelektual, integritas, dan kepemimpinan kader untuk menjawab tantangan umat dan bangsa.
Penutupan LK II HMI Kerinci-Sungai Penuh dilakukan oleh Badan Koordinasi (Badko) HMI Jambi yang diwakili Rian Jeck Nanda. Sejumlah senior HMI serta perwakilan Polres Kerinci turut menghadiri kegiatan tersebut.
LK II HMI Kerinci-Sungai Penuh Perkuat Kepemimpinan
Latihan Kader II menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam wawasan keislaman, keindonesiaan, kepemimpinan, dan dinamika sosial. Melalui proses ini, HMI mendorong kader agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkan gagasan dalam kehidupan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rian Jeck Nanda menekankan pentingnya menjadikan LK II sebagai proses pembentukan karakter dan penguatan daya kritis, bukan sekadar tahapan formal organisasi.
“LK II harus melahirkan kader yang berani berpikir kritis, menjaga independensi, serta mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat. Kader HMI harus membuktikan nilai perjuangannya melalui gagasan dan tindakan nyata,” demikian rumusan pesan yang perlu dikonfirmasi kepada Rian sebelum dimuat sebagai kutipan langsung.
Menurut pesan tersebut, tradisi intelektual dan independensi organisasi menjadi modal penting bagi kader untuk menjalankan pengabdian secara konsisten.
Ketua HMI Kerinci-Sungai Penuh Tekankan Kaderisasi
Ketua Umum HMI Cabang Kerinci-Sungai Penuh, Edilan Kurniawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan LK II tingkat nasional merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kader sekaligus memperluas pertukaran gagasan antarcabang.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak cukup diukur dari terlaksananya pelatihan. Sebaliknya, proses tersebut harus membentuk kader yang berintegritas, memiliki kedalaman berpikir, dan peka terhadap persoalan umat serta bangsa.
Edilan juga mendorong peserta agar menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dalam kegiatan organisasi maupun pengabdian sosial.
Peserta LK II HMI Harapkan Kolaborasi Antarkader
Sementara itu, Wildan, perwakilan HMI Cabang Bandar Lampung, menilai kegiatan di Kerinci memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan memahami perbedaan perspektif antarkader.
Pertukaran gagasan selama pelatihan diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan gerakan intelektual di daerah masing-masing. Selain itu, hubungan antarkader diharapkan berlanjut dalam bentuk kolaborasi dan kegiatan sosial.
Penutupan LK II HMI Kerinci-Sungai Penuh pun menjadi awal bagi peserta untuk melanjutkan proses belajar dan pengabdian. Tantangan berikutnya ialah membuktikan hasil kaderisasi melalui kontribusi nyata, menjaga idealisme, serta menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Dengan demikian, LK II tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kepemimpinan mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.