Atlet Tapak Suci Ponpes Ihya Assunah Singkut Raih Penghargaan Pesilat Terbaik di Sarolangun chalenge 2026 Piala Kemenpora

Numan Dan Rahel
Numan Dan Rahel

Sarolangun,Semesta jambi.co.id- Dua atlet Tapak Suci Pondok Pesantren (Ponpes) Ihya Assunah Singkut, Kabupaten Sarolangun, berhasil meraih penghargaan Pesilat Terbaik Remaja Putra dan Pesilat Terbaik Dewasa Putra dalam ajang Sarolangun Challenge Piala Kemenpora 2026.

Kejuaraan pencak silat tersebut berlangsung di Tennis Indoor GOR Sarolangun pada 16–18 Oktober 2026.Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi perguruan Tapak Suci dan keluarga besar Ponpes Ihya Assunah Singkut.

Bacaan Lainnya

Nu’man Ibnu Rajab meraih penghargaan Pesilat Terbaik Dewasa Putra setelah menunjukkan prestasi gemilang dalam kejuaraan tersebut. Ia berhasil meraih medali emas pada kategori tanding kelas E putra serta medali perunggu pada kategori seni tunggal baku.

Sementara itu, Muhammad Abdul Rahel Ramadhani memperoleh penghargaan Pesilat Terbaik Remaja Putra. Ia juga tampil gemilang dengan meraih medali emas pada kategori tanding remaja putra kelas H.

Pencapaian kedua atlet Tapak Suci Ponpes Ihya Assunah Singkut ini menunjukkan hasil dari ketekunan berlatih, kedisiplinan, serta dukungan pelatih dan pimpinan pondok pesantren.

Keberhasilan meraih penghargaan dalam Sarolangun Challenge 2026 Piala Kemenpora tentu membutuhkan proses panjang. Selain menjalani latihan secara tekun, kedua atlet mendapat bimbingan dari pelatih Tapak Suci serta dukungan dari pengurus dan pimpinan Ponpes Ihya Assunah Singkut.

Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan atlet untuk mengikuti pertandingan dan mengembangkan kemampuan mereka di bidang pencak silat.

Usai menerima penghargaan, Nu’man Ibnu Rajab dan Muhammad Abdul Rahel Ramadhani menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, wasit, dan juri yang telah memberikan penilaian dalam kejuaraan tersebut.

Mereka juga mengapresiasi pelatih, pengurus perguruan Tapak Suci, serta keluarga besar Ponpes Ihya Assunah Singkut yang telah memberikan pembinaan, fasilitas latihan, dan kepercayaan untuk berlaga dalam kompetisi.

“Kami berdua mengucapkan terima kasih kepada wasit, juri, dan panitia penyelenggara atas penilaian yang diberikan sehingga kami dapat meraih medali dan penghargaan sebagai pesilat terbaik remaja dan dewasa putra.

“Kami juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada pelatih, pengurus Tapak Suci, serta pengurus Pondok Pesantren Ihya Assunah Singkut yang selalu mendukung kami dalam berlatih dan mengikuti kejuaraan. Tentunya, kami akan terus berusaha memberikan yang terbaik dan menjadi lebih baik lagi untuk perguruan silat dan pondok pesantren yang telah melatih serta mendidik kami,” ungkap keduanya.

Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi para santri dan atlet muda lainnya untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta mengharumkan nama perguruan dan pondok pesantren melalui kejuaraan pencak silat berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *