Bupati H M Syukur dan Wabup H A Khafidh Motivasi Para Santri Pondok Pesantren Darul Muttaqien

Img 20250528 Wa0007
Img 20250528 Wa0007

 

SemestaJambi, Bangko- Bupati Merangin H M Syukur dan Wabup H Abdul Khafidh hadiri acara Haflah Attasyakkur Lil Ikhtitam Pondok Pesantren Darul Muttaqien, Desa Pauh Menang Kecamatan Pamenang, Minggu (25/5/2025).

Bacaan Lainnya

Pada acara syukuran kelulusan santri dan santriwati yang telah menyelesaikan pendidikanya tersebut, bupati dalam pidatonya menepis isu bahwa pesantren di anggap sebagai tempat pendidikan anak-anak yng berkelakuan tidak baik ataupun anak anak nakal semua itu tidaklah benar.

‘’Pesantren bukanlah tempat pendidikan anak anak yang nakal dan harus Bapak dan ibu ketahui bahwa mereka sedang mencari jati diri. Anak-anak yang belajar di Pesantren tidak harus menjadi Kyai, tetapi dipesantren ini anak anak di didik menjadi orang yang mandiri dan kelak akan berguna di tengah-tengah masyarakat,’’ujar Bupati.

Prinsipnya lanjut bupati, pendidikan di Pesantren bagaimana para santri dan satriwatinya mempelajari nilai-nilai Al Quran, sehingga menjadi pandang hidup, sebagai rujukan dalam menjalankan kehidupan.

Lebih lanjut Bupati Merangin H M Sukur menjelaskan, Kabupaten Merangin paling banyak pesantrennya dan provinsi Jambi paling terbesar pesantrennya, namun sangat di sayangkan judi online nomor satu di Provinsi Jambi. Artinya ini tidak linier antara jumlah pesantren dengan apa yang terjadi di masyarakat.

‘’Ini dimana salahnya? Kalau bicara Merangin, pesantren paling banyak di Merangin, tapi angka narkotika paling banyak di Merangin. Hal ini yang harus kita renungkan bersama-sama,’’pinta Bupati.

H M Sukur berharap, mudah-mudahan para santri dan santriwati yang lulus hari ini, jangan takut menghadapi masa depan. Jangan takut tidak bisa berkembang, tidak bisa bersaing dengan anak-anak di kota. Percayalah bila tekun dan serius pasti bisa.

Terpisah, Wabup H Abdul Khafidh mengatakan semua Pondok Pesantren yang sudah terakreditasi dan terdaftar di Kabupaten Merangin, akan menerima bantuan operasional masing-masing sebesar Rp 100 juta.

Ucapan wabup itu, langsung disambut tepuk tangan luar biasa dari semua yang hadir. Bantuan itu akan sangat membantu keberadaan semua pondok pesantren di Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin.

‘’Perlu adik-adik ketahui, Pak Bupati kita ini dulu waktu kecil sama dengan adik-adik sekalian. Belajar dengan tekun, rajin dan serius di wilayah Sungai Manau. Baru usia lima tahun, bapaknya sudah meninggal dunia,’’ujar Wabup.

Ujuk-ujuk’ langsung menjadi bupati Merangin, namun butuh perjuangan yang sangat panjang. Memasuki usia remaja Syukur merantau ke Kota Jambi sekolah di SMA Negeri 05. Kemudian malang melintang di dunia mode, hingga dunia peran di layarkaca.

Setelah lulus kuliah lanjut wabup, Syukur dengan ketenarannya dan kepandaiannya, dipercaya masyarakat menjadi anggota DPD RI hingga empat periode. Kemudian bersama H A Khafidh berjuang menjadi pasangan bupati Merangin dan terpilih.

Untuk menjadi sukses butuh perjuangan panjang. ‘’Kegemilangan masa depan, tergantung apa yang diperjuangkan hari ini. Untuk itu belajarlah yang tekun agar semua cita cita yang diharapkan dapat terwujud.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *