Usaha ilegal Drilling di Desa lubuk napal kecamatan pauh Makin Menjamur

Img 20250705 Wa0014
Img 20250705 Wa0014

Semesta jambi-sarolangun,Desa lubuk napalKecamatan pauh kabupaten Sarolangun yang berjarak lebih Kurang 20 kilo meter dari ibu kota kecamatan Merupakan salah satu desa di kecamatan pauh yang Kini menjadi sentra usaha ilegal drilling.

bagi Masyarakat setempat saat ini, walau telah di Lakukan penertiban dan penindakan namun hal itu tidak membuat usaha ilegal drilling di Desa setempat berhenti bahkan usaha ini Lebih berkembang dan menjadi primadona Jadi pilihan usaha masyarakat .

Bacaan Lainnya

Hasil penelusuran tim iws Sarolangun padaSenin 30/6/ 2025 di Desa setempat terlihatSejumlah motor Honda beriringan membawaGerigen penuh dengan muatan minyak ilegal drilling keluar dari salah simpang jalan yangTak jauh dari Desa lubuk napal, motor langsirIni menuju ke gudang pemilik sumur untuk diBongkar, setelah usai melakukan bongkar di gudang pemilik minyak para pelangsir iniLangsung ke putar haluan kembali ke sumurPelaku ilegal drilling yang berada di konsesiPerkebunan sawit APN.

Salah satunya pelangsir yang berhasil di Wawancara di salah satu warung kopi, dengan Cuitannya Mengatakan bahwa dirinya hanyalah tukang Langsir saja, untuk saat ini banyak tokeh di Desa lubuk napal ini, tetapi yang paling kuat Adalah NR”katanya.

kita hanya mengambil Upah saja, untuk satu galon ( derigen) upah Rp 35 ribu rupiah sedangkan yang kita bawak Untuk satu trip sebanyak 7 galon atau lebih” Jelas Pelangsir yang tidak mau menyebut namanya

Meski telah menjawab pertanyaan tim iws Kembali menanyakan penghasilan dari hasil kerja dan Ia Menjelaskan bahwa untuk satu hari biasalah 500 ribu rupiah atau lebih”tambahnya.

 

Selain itu pemilik warung juga ikut menyebutBahwa usaha ilegal drilling menjadi sebuah usaha primadona karena hasilnya lumayan diDapat terang pemilik warung dengan singkat .

 

Salah satu warga mengaku bahwa dirinya takHeran jika NR jadi bos besar dari usaha ilegal drilling,dia itu punya Sumur di tanah ia wajarJika dia seperti sekarang ini ujar warga yangMenyebut anak rantau dari Sumsel.

Usai wawancara dengan sejumlah warga tim Ikatan wartawan Sarolangun mencoba untuk Mengkompirmasi NR di rumahnya yang tak Jauh dari kantor desa setempat, namun iws Tak berhasil karena rumah terlihat sunyi dengan pintu tertutup rapat.

Namun demikian dari pantauan terlihat padaSisi kiri kanan jalan lingkungan desa terdapat gudang minyak ilegal drilling, terlihat juga diSetiap gudang sejumlah mobil cerry pik up Akan bermuatan.

Kades lubuk napal H Suhadi ketika di temui diKantor desa belum bisa ketemu karena tidak ada di tempat, kades tak ada di tempat ujarPara perangkat desa, ketika di tanya banyak usaha ilegal drilling dan gudang penampungMinyak tak berizin tersebut, namun jawaban yang di berikan oleh perangkat desa lubukNapal terkesan menepis dan menutupi apaYang di tanya tim iws.

Menurut Tamrin untuk saat ini gudang minyak di desa telah tutup Karena minyak telah habis tidak seperti dulu Lagi apalagi gudang minyak itu tak jalan Lagi” Jelas Tamrin

Dari hasil penelusuran tim iws di desa lubuk napal dan desa danau Serdang kecamatan pauh di Temukan masih banyak pelaku ilegal drilling, Sebelumnya pihak Pemda dan pihak terkait Telah melakukan rapat antara lintas sektoral Untuk menindak para pelaku ilegal drilling di Kabupateb Sarolangun dengan menyebut tak ada Ruang bagi pelaku ilegal drilling di wilayah hukum Sarolangun, namun faktanya saat ini Di paruh timur masih menjamur pelaku ilegal Drilling yang bebas membawa minyak dijalan.

Dari data pada Sabtu 29/6/2025 salah satu dari penglangsir mengalami kecelakaan danDi rawat ke Padang karena bola matanyaLepas karena kecelakaan tersebut”tambah ibu warung.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *