SemestaJambi – Pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam yang dapat ditimbulkan oleh pergerakan Sesar Lembang. Ancaman tersebut bukan sekadar wacana, melainkan risiko nyata yang harus dipahami bersama.
“Bandung ini termasuk wilayah rawan gempa karena bagian dari sistem sesar aktif. Kalau bergerak, pasti ada dampaknya,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, saat memberikan materi dalam Kajian Umum Mitigasi Bencana Sesar Lembang di Masjid Al Muslim, Minggu (7/9/2025).
Erwin menambahkan bahwa catatan sejarah menunjukkan adanya siklus gempa yang pernah terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan potensi bencana, melainkan mempersiapkan diri dengan langkah mitigasi yang tepat.
“Siklus gempa di sini sudah tercatat, jadi kita harus siap,” tegasnya.
Sebagai upaya antisipasi, Pemkot Bandung bersama BPBD terus menggencarkan sosialisasi mitigasi bencana hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Program tersebut mencakup edukasi tentang jalur evakuasi, titik kumpul aman, hingga pelatihan simulasi gempa.
Dengan langkah ini, diharapkan warga Bandung semakin paham dan siap menghadapi potensi guncangan Sesar Lembang, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian materi dapat ditekan seminimal mungkin.