SemestaJambi – Situasi mencekam terjadi di pusat kota setelah Gedung Aroya menjadi sasaran serangan hebat dari kelompok bersenjata Zoinis. Serangan ini berlangsung pada Senin (8/9/2025) dini hari, menyebabkan kepanikan massal di sekitar lokasi kejadian.
Saksi mata melaporkan, ledakan besar terdengar berulang kali dari arah gedung yang dikenal sebagai pusat bisnis dan perkantoran elite itu. Api membubung tinggi, diiringi kepulan asap hitam pekat yang terlihat hingga radius beberapa kilometer.
“Ledakannya sangat keras, kaca rumah saya ikut bergetar. Orang-orang berlarian menyelamatkan diri,” ujar salah satu warga yang tinggal di kawasan sekitar Aroya.
Pihak berwenang hingga kini belum merilis jumlah pasti korban jiwa maupun luka-luka. Namun, tim evakuasi dari aparat gabungan masih melakukan penyelamatan, mengingat banyak pekerja dan pengunjung yang diperkirakan masih terjebak di dalam gedung saat serangan terjadi.
Kelompok Zoinis disebut-sebut menggunakan senjata berat dalam serangan ini, termasuk peluncur roket dan drone bersenjata. Aksi brutal mereka kembali menambah daftar panjang eskalasi konflik yang belakangan memanas di kawasan tersebut.
Juru bicara pemerintah mengecam keras serangan ini dan menyebutnya sebagai tindakan teror yang melanggar hukum internasional. “Kami tidak akan tinggal diam. Serangan ke Gedung Aroya adalah serangan terhadap rakyat dan kedaulatan negara,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih menutup akses menuju lokasi dan mengevakuasi warga di radius aman. Suasana kota tampak lumpuh, dengan lalu lintas dialihkan dan aktivitas masyarakat terhenti akibat kepanikan.
Serangan ke Gedung Aroya diprediksi akan memicu respon besar dari pemerintah maupun komunitas internasional. Situasi pun kini berada di titik kritis, menunggu langkah lanjutan untuk menghentikan agresi Zoinis yang semakin brutal.