SemestaJambi – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Jambi tercatat terus meningkat secara signifikan. Data terbaru dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi menyebutkan jumlah penderita ISPA telah menembus angka 167 ribu kasus sejak awal tahun hingga September 2025.
Data hingga pekan ke-35 hampir menyamai tahun lalu. Tahun sebelumnya tercatat 200 ribu penderita penyakit saluran pernapasan itu,” kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Provinsi Jambi, Dini Silvia.
Menurut dia, terjadi peningkatan perkembangan kasus, apalagi tahun ini masih menyisakan 17 pekan. Diprediksi angka tersebut bisa menyamai tahun sebelumnya (2025).
ISPA merupakan, infeksi yang menyerang pernapasan bagian atas hingga dua saluran utama sistem pernapasan (bronkus). Rata-rata masa sakit penyakit tersebut berlangsung tujuh hingga 10 hari.
Meski dianggap ringan, ISPA bisa berkembang menjadi infeksi paru-paru jika tidak ditangani dengan baik.
Menurutnya, faktor penyebab penyakit ini beragam. Mulai dari virus, kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Jambi. Kota Jambi, Muaro Jambi, Tebo, dan Kabupaten Sarolangun menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi.
Selain faktor lingkungan, konsumsi makanan berminyak, konsumsi air dingin (es) menjadi penyebab masyarakat terjangkit penyakit tersebut.
Berdasarkan data, Kota Jambi menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yaitu 48.271 kasus. Disusul Kabupaten Muaro Jambi 16.297 kasus, Tebo 15.835, Tanjung Jabung Barat 15.444, Merangin 15.270 dan Kabupaten Sarolangun 12.709 kasus.
Kabupaten Batanghari 12.408 kasus, Tanjung Jabung Timur 9.610, Bungo 7.742, Kerinci 7.299 dan Kota Sungai Penuh 6.263 kasus.
“Kalau tidak ditangani serius, ISPA bisa berlanjut menjadi infeksi paru-paru. Karena itu pencegahan sejak dini sangat penting. Alhamdulillah tahun ini kabut asap tidak sampai mengkhawatirkan, tapi tetap berpengaruh terhadap kualitas udara kita,” katanya.
Sementara itu, kelompok paling rentan yakni balita, anak-anak, dan lansia mendominasi jumlah pasien yang terserang ISPA. Kondisi ini semakin memperparah beban fasilitas kesehatan yang kini terus menerima lonjakan pasien.
Pemerintah Provinsi Jambi telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menjaga asupan cairan tubuh. Selain itu, fasilitas kesehatan juga diminta bersiaga menghadapi potensi lonjakan pasien jika kabut asap tidak segera mereda.
Apabila kualitas udara tidak segera membaik, dikhawatirkan angka kasus ISPA akan terus bertambah dan berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat.