SemestaJambi – Kota Sungai Penuh tengah dihadapkan pada tantangan serius dalam mengelola sampah perkotaan melalui sistem TPS3R Sungai Penuh. Meskipun pemerintah kota sudah membangun 16 unit TPS3R dan satu bank sampah, realisasinya menunjukkan bahwa banyak fasilitas belum beroperasi secara optimal.
Menurut evaluasi akademis, dari 16 unit TPS3R, hanya 3 unit berada dalam kategori sedang, 4 unit masuk kategori kurang, dan 9 unit tergolong dalam kategori buruk. Bank sampah juga berada dalam kondisi kurang memuaskan. Dengan kondisi tersebut, TPS3R Sungai Penuh belum menunjukkan performa ideal.
Walau demikian, pemerintah menunjukkan niat untuk menghidupkan kembali operasi TPS3R. Wali Kota Alfin telah meresmikan operasional TPST RKE dengan teknologi pengolahan sampah, sebagai salah satu langkah konkret agar TPS3R Sungai Penuh dapat berjalan lebih lancar dan efektif. Wakil Wali Kota Azhar Hamzah juga ikut meninjau langsung TPS3R Sakala Kawasan dan menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting agar TPS3R Sungai Penuh berhasil.
Namun, ada hambatan struktural yang tidak dapat diabaikan. Beberapa lokasi TPS3R belum terakses jalan memadai, sehingga operasional menjadi sulit. Selain itu, dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan TPS3R ikut mencuat, seperti indikasi mark-up dan RAB yang dibuat belakangan setelah pekerjaan. Ketidakjelasan pengelolaan dan manajemen juga menjadi kendala utama.
Potensi positif masih terbuka lebar. Jika TPS3R Sungai Penuh dan bank sampah diaktifkan secara optimal, sistem pengelolaan sampah kota bisa mengurangi hingga 23,26 % dari total sampah yang dikirim ke TPA. Strategi optimalisasi termasuk pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas pengelola, serta integrasi TPS3R dengan BUMDes dan program ramah lingkungan bersama menjadi kunci agar TPS3R Sungai Penuh berjalan lancar.
Dengan demikian, meskipun TPS3R Sungai Penuh menghadapi hambatan nyata, masih ada harapan besar agar sistem ini bisa berjalan lancar—jika dukungan teknis, finansial, dan partisipasi publik dijalankan secara konsisten.