Semesta Jambi, Sungai Penuh – Setelah Pemerintah Kota Sungaipenuh kembali memfungsikan Tempat Pembuangan Sampah di kawasan hutan produksi di Desa Renah Kayu Embun (RKE), Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Aktivis senior yang merupakan Putra Kumun Debai, Ferry Siswadi menolak keras lokasi tersebut (RKE) dijadikan tempat pembuangan sampah.
Dalam pernyataan sikapnya yang ditulis di akun laman media sosial pribadi milik Ferry Siswadi, dengan tegas menolak keras pembuangan sampah di lokasi hutan produksi yang sebelumnya sudah dinyatakan oleh GAKUM Lingkungan Hidup sebagai kawasan ilegal.
Menurutnya, keputusan tersebut jelas bertentangan dengan undang-undang dan berpotensi merusak ekosistem hutan yang semestinya dilindungi.
“Pembuangan sampah di hutan produksi ini tidak hanya melanggar aturan hukum, tetapi juga mencederai komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkap Ferry.
Ia menegaskan, langkah tersebut akan berdampak buruk pada keberlanjutan alam, terutama pada kawasan hutan yang memiliki fungsi ekologis penting.
Selain menolak pembuangan sampah, Ferry Siswadi juga menyoroti persoalan legalitas. Ia mempertanyakan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) serta izin resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK RI) terkait penggunaan kawasan hutan produksi sebagai lokasi pembuangan sampah.
“Apakah sudah ada izin resmi dari KLHK RI? Apakah sudah ada AMDAL yang sahih? Jika tidak, maka keputusan ini jelas menyalahi aturan dan harus segera dihentikan,” tegasnya.
Penolakan ini mendapat perhatian publik, terutama masyarakat Sungai Penuh yang khawatir dengan dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. Dengan adanya pernyataan sikap ini, masyarakat berharap pemerintah kota sungaipenuh segera mencari solusi lain yang lebih ramah lingkungan dan sesuai aturan hukum.
Berbagai komentar dan cuitan pun datang dari Nitizen memenuhi laman Media Social Ferry Siswadi
Aswardi Datuk ” kito salut dgn bang fery..beliau sangat kosesten apo yh beliau perjuangkan di masa pemeritahan AZAS..beliau juga menolak TPS(sampah) di RKE, sampai saat ini beliau juga menolak walaupun beliau lah yg memperjuang kan JUARA..sampai jadi pemipin kota sungai penuh..salam hormat kito bang feri.
Sultan Andhara ” Mantap bang ferry ,kita ikut dukung ,tuk menolak TPA Di RKE.
Melalui sikapnya, Ferry Siswadi menolak pembuangan sampah di RKE tidak hanya sebagai bentuk protes, tetapi juga sebagai peringatan agar kebijakan terkait pengelolaan sampah tidak dilakukan secara serampangan.
Penolakan ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk meninjau ulang kebijakan pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh.