Sungai Penuh, SemestaJambi – Ditengah derasnya arus modernisasi, sekelompok anak muda mendirikan Sanggar Seni Salurain Mudae, sebuah wadah kreatif yang melestarikan budaya dan tradisi leluhur melalui karya nyata.
Sanggar Salurain Mudae hadir sebagai simbol gerakan kultural generasi muda Kerinci dan Sungai Penuh. Nama Salurain Mudae sendiri mengandung makna mendalam, yaitu semangat untuk beriringan melestarikan budaya dan menjaga jati diri di tengah perubahan zaman.
Sanggar ini bukan sekadar memperkenalkan budaya, melainkan juga menghidupkannya kembali. Para anggotanya secara aktif mempelajari dan menampilkan berbagai bentuk kesenian seperti tari tradisional, musik daerah, teater rakyat, dan pantun adat Kerinci. Dengan demikian, Sanggar Salurain Mudae tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan identitas anak muda.
Yang menarik, sanggar ini menerapkan sistem disiplin dan aturan yang tegas. Setiap anggota dilarang mengonsumsi alkohol, menggunakan narkoba, terlibat dalam dunia malam, maupun tindakan kriminal. Bahkan, bagi anggota perempuan, ada aturan tambahan yaitu larangan keras merokok. Semua ini dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, agamis, dan berakhlak.
Menurut Deza Ayu Putri utami yang kerap di sapa Deza yang merupakan salah satu pengurus sanggar, komitmen tersebut menjadi pondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas, kreatif, dan cinta budaya. Mereka percaya bahwa pelestarian budaya harus sejalan dengan pembentukan moral dan etika yang kuat.
“Kita optimis semua bisa di lakukan dengan kerjasama dan saling percaya stau sama lain “.cetus Deza singkat.
Energi kebersamaan juga menjadi kekuatan utama Sanggar Salurain Mudae. Dari yang awalnya tidak mengenal adat, kini para anggotanya menjadikan budaya sebagai bagian dari gaya hidup yang membanggakan.
Setiap latihan dan pertunjukan bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap leluhur.
Dengan semangat “Beriringan Melestarikan Budaya,” Sanggar Salurain Mudae kini menjadi inspirasi bagi komunitas seni lainnya di Jambi. Mereka membuktikan bahwa di tengah globalisasi, anak muda tetap bisa berdaya dengan menjaga akar budaya sendiri.
Sanggar Salurain Mudae menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang masa lalu, melainkan tentang bagaimana generasi hari ini membangun masa depan yang berakar kuat pada nilai-nilai luhur daerahnya.”pungkas Deza.