Pembukaan Kegiatan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025 di Rutan Kelas IIB Sungai Penuh Dicanangkan dengan Semangat dan Komitmen

Rutan Ke Llb Sungai Penuh
Rutan Ke Llb Sungai Penuh

Sungai Penuh, semestajambi.id.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sungai Penuh resmi membuka Kegiatan Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025 dengan penuh antusiasme dan komitmen kuat mewujudkan lingkungan pembinaan yang sehat dan bebas narkoba. Acara ini berlangsung di aula utama Rutan Sungai Penuh pada hari Rabu (15 Oktober 2025) dan dihadiri berbagai pihak strategis, yaitu Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Kepala Puskesmas Kota Sungai Penuh, jajaran petugas Rutan, serta 125 peserta rehabilitasi.

 

Bacaan Lainnya

 

Kepala Rutan Kelas IIB Sungai Penuh menyampaikan bahwa program rehabilitasi pemasyarakatan 2025 bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata pembinaan yang berfokus pada perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup warga binaan. “Perubahan sejati dimulai dari kesadaran dalam diri. Kami berharap seluruh peserta memiliki tekad kuat untuk memperbaiki diri, menjauhi narkoba, dan menata masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

 

Dalam sambutannya, ia juga menggarisbawahi bahwa mindset baru menjadi fondasi penting agar proses rehabilitasi tidak stagnan, melainkan membawa transformasi riil. Karena itu, peserta program diharapkan tidak hanya mengikuti kegiatan secara formal, melainkan menanamkan niat kuat di hati agar perubahan menjadi berkelanjutan.

 

 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Rutan Sungai Penuh. Ia menyebutkan bahwa Dinas akan memberikan pendampingan medis, edukasi kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor agar rehabilitasi berjalan optimal. Hal ini menegaskan bahwa rehabilitasi pemasyarakatan juga butuh aspek kesehatan, tidak hanya aspek hukum semata.

 

Sedangkan Kepala Puskesmas Kota Sungai Penuh menekankan pentingnya keterlibatan tenaga medis. “Kami siap memberikan pelayanan kesehatan, pemeriksaan berkala, serta pendampingan konseling bagi peserta rehabilitasi,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa keberhasilan rehabilitasi sangat bergantung pada integrasi antara petugas pemasyarakatan, tenaga kesehatan, dan dukungan masyarakat.

 

 

Acara ditutup dengan doa bersama serta penandatanganan komitmen pelaksanaan program rehabilitasi pemasyarakatan tahun 2025. Momentum ini menegaskan bahwa setiap pihak—pengelola Rutan, instansi kesehatan, peserta, dan masyarakat—bertekad bekerja sama agar program rehabilitasi tidak sekadar dijalankan, melainkan sungguh-sungguh dijalani dengan maksimal.

 

Dengan diluncurkannya kegiatan ini, diharapkan 125 peserta mampu menjalani pembinaan dengan sepenuh hati, sehingga kelak mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang sehat, produktif, dan bebas dari ketergan

tungan narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *