IHSG Anjlok 2,57 Persen ke 7.915, BBCA Jadi Satu-Satunya Bank Besar yang Hijau

Tenaga Keuangan Bank Bbca
Tenaga Keuangan Bank Bbca

Jakarta,17/10/25, semesta jambi.co.id— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam sebesar 2,57 % ke level 7.915,66, terdorong tekanan jual masif pada hampir seluruh sektor.

Sekitar sektor teknologi menjadi indikator pelemahan paling tajam, turun 5,25 %, disusul sektor energi yang merosot 5,02 %, transportasi melemah 4,18 %, serta sektor keuangan yang terkoreksi 0,89 %.

Bacaan Lainnya

 

Saham-saham konglomerat (konglo) turut ambles signifikan — PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 7,12 %, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) turun 8,72 %, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) longsor hingga 13,88 %.

 

Namun menariknya, di tengah koreksi pasar yang luas, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru berhasil mencatat penguatan 2,74 %, menutup perdagangan di harga Rp 7.500 per saham, dengan volume perdagangan mencapai 1,57 juta lot dan nilai transaksi sekitar Rp 1,17 triliun.

 

Fundamental BBCA Tetap Kokoh: Laba, Kredit, CASA Kuat

Menjelang pengumuman kinerja kuartal III 2025, investor tampak mengantisipasi hasil positif dari BBCA.

Berdasarkan laporan hingga Agustus 2025:

• Laba bersih bank only tercatat Rp 39,06 triliun, tumbuh 8,52 % year-on-year.

• Pendapatan bunga bersih meningkat 5,08 % menjadi Rp 53,12 triliun.

• Pendapatan non-bunga melonjak 18,9 % menjadi Rp 18,3 triliun.

Dari sisi efisiensi, rasio beban terhadap pendapatan (CIR) berada di 29,1 %, termasuk salah satu yang terendah di industri perbankan nasional.

 

Di segmen intermediasi, penyaluran kredit BBCA mencapai Rp 920,87 triliun atau tumbuh 9,28 % yoy, mengungguli rata-rata industri di kisaran 7,3 %. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp 1.160 triliun, dengan CASA mendominasi di 83,5 %.

 

Kombinasi likuiditas berlimpah, rasio CASA tinggi, dan efisiensi operasional dinilai akan menjaga margin bunga bersih (NIM) tetap solid, meskipun likuiditas di sektor perbankan makin ketat.

 

Analisis Valuasi & Prospek BBCA

Analis dari Trimegah Sekuritas, Jonathan Gunawan, menyebutkan bahwa ketahanan saham BBCA saat IHSG jatuh karena investor mengantisipasi kinerja kuartal III 2025. Koreksi sektor perbankan dianggap sebagai rotasi jangka pendek dan bukan perubahan fundamental.

 

Saat ini, saham BBCA diperdagangkan dengan Price to Book Value (PBV) sekitar 3,45×, lebih rendah dibanding rerata historis yang cenderung di atas 4×. Dengan Cost of Capital (CoC) hanya sekitar 0,5 % dan Return on Equity (ROE) mencapai 25 %, BBCA dinilai sebagai bank yang paling efisien di sektor perbankan Indonesia.

 

Menurut konsensus analis Bloomberg, dari 37 analis, 34 merekomendasikan “buy” untuk saham BBCA, dengan target harga rata-rata Rp 10.824, menunjukkan potensi upside sekitar 46 % dari harga saat ini.

 

Kesimpulan & Outlook

Meski IHSG terkoreksi tajam sebesar 2,57 %, saham BBCA mampu bertahan dan bahkan menguat, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perbankan ini. Dengan profitabilitas tinggi, efisiensi yang baik, pertumbuhan kredit solid, dan CASA mendominasi, BBCA tetap menjadi sorotan utama menjelang rilis laporan kuartal III 2025.

 

Investor sebaiknya memperhatikan pengumuman kinerja resmi BBCA sebagai katalis positif berikutnya, terutama bila hasilnya sesuai atau melampaui ekspektasi pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *