Sungai Penuh,semestajambi.co.id— Seorang anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Fraksi Golkar, Fahrudin, kembali menjadi sorotan publik. Saat melakukan inspeksi mendadak di lokasi pembongkaran Pasar Beringin, sikapnya memicu kemarahan para pekerja.
Dalam peninjauan bersama Komisi II, Fahrudin awalnya mempertanyakan izin pembongkaran kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Namun, suasana mendadak memanas ketika ia mendatangi para pekerja dan melontarkan kata-kata yang dinilai kasar serta tidak beretika, bahkan menyebut nama hewan.
Salah satu pengawas lapangan, Utih Ijal, menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai arahan dan SOP. Ia menyebut, soal izin bukan ranah para pekerja. Namun, ucapan yang dianggap menghina itu telah melukai harga diri mereka.
“Kami tidak terima disebut dengan kata-kata seperti itu. Di antara kami ada tokoh adat bergelar Depati dan Rio. Ucapan seorang wakil rakyat seharusnya bisa menjadi contoh, bukan justru melecehkan,” ujar Utih Ijal dengan nada tegas.
Para pekerja menilai, perkataan kasar dari seorang wakil rakyat bukan hanya mencederai etika, tetapi juga menyinggung nilai-nilai adat yang dijunjung tinggi masyarakat Pondok Tinggi.
Utih Ijal meminta Fahrudin untuk segera menemui para pekerja dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Jika tidak ada itikad baik, mereka mengancam akan menempuh jalur adat maupun hukum.
Sebagai wakil rakyat, Fahrudin diharapkan menjadi teladan dalam bertutur kata dan bersikap mengingat jabatan publik sejatinya harus dijalankan dengan rasa tanggung jawab dan penghormatan terhadap masyarakat