Kisah Pilu Tuna Netra Kerinci Hidup di Rumah Tak Layak Huni

Tuna Netra Kerinci Di Depan Rumah Reyotnya Di Desa Tebing Tinggi
Tuna Netra Kerinci Di Depan Rumah Reyotnya Di Desa Tebing Tinggi

 

Kerinci, Semestajambi.co.id — Nasib pilu dialami Jarjis (47), seorang tuna netra Kerinci asal Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Danau Kerinci, Provinsi Jambi. Hidup dalam keprihatinan, ia tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang kini sudah tidak layak huni. Dinding rumahnya nyaris roboh, atap bocor, dan sebagian lantai telah rapuh bahkan ditumbuhi rumput liar.

Bacaan Lainnya

Kondisi rumah Jarjis menjadi potret nyata kemiskinan di pedesaan Kerinci. Ia tidak memiliki penghasilan tetap, sementara keterbatasan fisik membuatnya sulit bekerja. Rumah yang ditempati merupakan warisan orang tua, namun karena keterbatasan ekonomi, Jarjis tak mampu memperbaikinya.

“Rumah ini dulu peninggalan orang tua. Sekarang sudah rusak parah, tapi saya tidak punya biaya untuk memperbaikinya,” ujar Jarjis dengan suara lirih.

Jarjis kini hidup bersama putrinya yang masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar. Untuk bertahan hidup, ia hanya mengandalkan uluran tangan tetangga dan warga sekitar yang berbaik hati.

Saat ini, Jarjis bahkan harus menumpang di rumah adiknya bersama delapan anggota keluarga lainnya, karena rumah utamanya sudah tidak aman ditempati.

Salah satu warga, Nelly, mengatakan, “Kami kasihan melihat keadaan Pak Jarjis. Harapannya, pemerintah bisa segera membantu memperbaiki rumahnya.”

Keluarga dan warga Desa Tebing Tinggi berharap pemerintah maupun para dermawan tergerak membantu. Mereka berharap ada program bedah rumah atau bantuan sosial yang bisa meringankan beban keluarga tuna netra Kerinci tersebut.

“Kami berharap perhatian pemerintah agar Pak Jarjis bisa punya tempat tinggal yang layak,” ungkap Diana, salah satu keluarga Jarjis.

Dengan kondisi yang serba terbatas, kisah hidup Jarjis menjadi pengingat pentingnya kepedulian sosial terhadap kaum difabel dan warga yang tidak mampu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *