Merajut Kembali Budaya Sungai Penuh

Dok. Semesta Jambi.co .id 20251021 224809 0000
Dok. Semesta Jambi.co .id 20251021 224809 0000

 

Sungai Penuh, SemestaJambi.co.id — Kepunahan budaya bukan sekadar kehilangan warisan, melainkan hilangnya identitas sebuah bangsa. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Datuk Devanand Munir, tokoh adat dari Dusun Empih, Negeri Sibobarajea, Kota Sungai Penuh, yang kini bertekad menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang nyaris ditelan zaman.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancaranya, Datuk Devanand menegaskan pentingnya menjaga akar tradisi sebagai cermin kepribadian masyarakat.

“Kepunahan itu harus ditahan, jangan sampai hilang. Budaya itu identitas, simbol hidup. Semakin kaya budaya, semakin maju suatu bangsa. Makanya kami ingin merajut budaya yang terberai dan ditelan bumi hingga bernafas lagi,” ujarnya penuh semangat.

 

Gerakan pelestarian budaya di Sungai Penuh kini menjadi momentum kebangkitan baru bagi masyarakat adat. Devanand munir yang kerap disapa Andok Dev bersama sejumlah pemuda berinisiatif menggelar kegiatan pelatihan seni tradisional, ritual adat tahunan, serta pendokumentasian cerita rakyat Sibobarajea agar bisa diwariskan secara digital.

Selain itu, Andok Dev juga mendorong pemerintah daerah untuk turut andil dalam menyediakan ruang ekspresi bagi komunitas adat.
Menurutnya, revitalisasi budaya tidak bisa hanya mengandalkan masyarakat, tetapi perlu sinergi dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan media lokal untuk memperkuat kesadaran publik.

Dengan pendekatan modern namun tetap berpijak pada nilai leluhur, langkah Devanand Munir ini menjadi contoh nyata bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan kemajuan zaman.
Ia percaya, budaya yang hidup adalah budaya yang mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri.

“Selama kita masih menghargai akar budaya sendiri, kita tidak akan kehilangan arah sebagai bangsa,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *