Sungaipenuh,Semestajambi.co.id – Kemacetan truk besar Kelok Tigo menghambat arus kendaraan menuju kawasan Puncak jalan penghubung Sungaipenuh sumbar via tapan sejak siang hingga sore hari jumat (21/11/2025) setelah dua unit truk bermuatan berat tersandar di tepi bukit.
Peristiwa tersebut terjadi di ruas jalan menanjak Kelok Tigo, salah satu jalur rawan yang dikenal memiliki struktur tanah labil dan tikungan tajam.
Menurut keterangan warga dan pengendara yang melintas, dua truk besar itu perlahan kehilangan keseimbangan setelah roda bagian kiri terperosok ke bahu jalan yang kondisinya lunak akibat hujan beberapa hari terakhir. Kejadian ini membuat badan truk memakan sebagian badan jalan sehingga kendaraan berukuran besar tidak dapat melintas.
Upaya evakuasi langsung dilakukan oleh pengemudi bersama warga sekitar. Namun, kondisi medan yang sempit membuat proses penarikan truk berjalan lambat. Kemacetan truk besar Kelok Tigo menyebabkan antrean panjang, terutama kendaraan bertonase besar seperti truk pengangkut logistik dan mobil tangki.
Seorang sopir mobil tangki yang turut terjebak, Rudi (42), menuturkan bahwa ia tidak dapat melanjutkan perjalanan sejak siang.
“Kami tidak bisa lewat karena badan truk menutup sebagian besar jalan. Petugas dan warga berusaha mengevakuasi, tapi tanah sangat lunak sehingga roda sering selip,” ujarnya.
Kasat lantas Polres Kerinci Iptu Into Sujarwo membenarkan kejadian tersebut, dirinya mengatakan Setelah melalui proses pengamanan dan penarikan, sekitar pukul 17.00 WIB, kendaraan pribadi berukuran kecil akhirnya dapat melintas secara bergantian. Meski begitu, arus lalu lintas tetap berjalan sangat terbatas karena jalur hanya tersisa satu akses.
Into menambahkan bahwa kendaraan besar baru diperbolehkan lewat sekitar pukul 20.07 WIB, setelah kedua truk yang tersandar berhasil dievakuasi sepenuhnya.
“Alhamdulillah, sekitar jam delapan lewat tujuh malam jalan benar-benar bersih. Mobil besar sudah bisa lewat normal,” jelasnya.
Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya perbaikan struktur tebing dan bahu jalan di kawasan Kelok Tigo, terutama pada musim hujan. Selain itu, pengaturan lalu lintas lebih intensif juga diperlukan untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang saat kendaraan berat melintas.
Dengan kembali normalnya arus kendaraan, jalur menuju Puncak dapat kembali digunakan pengendara, meski petugas mengimbau agar seluruh kendaraan tetap berhati-hati karena kondisi tanah di beberapa titik masih labil.