Ketua DPRD Sarolangun Dampingi Bupati dalam Prosesi Serah terima aset Tugu Biduk

Ketua Dprd Sarolangun Mendampingi Bupati
Ketua Dprd Sarolangun Mendampingi Bupati

Sarolangun,Semesta jambi.co.id- Ketua DPRD Sarolangun Ahmad Jani mendampingi Bupati Hurmin dalam prosesi serah terima Tugu Biduk Sarolangun yang menjadi ikon budaya baru daerah. Monumen ini dibangun melalui CSR perusahaan dan diharapkan mendorong ekonomi serta kegiatan budaya masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Sarolangun, Ahmad Jani, menghadiri langsung serah terima Tugu Biduk Sarolangun yang kini resmi menjadi ikon baru daerah. Prosesi tersebut berlangsung di Rumah Dinas Bupati Sarolangun, Jumat (23/01/2026).

Bacaan Lainnya

Kehadiran pimpinan legislatif ini sekaligus menegaskan dukungan DPRD terhadap pembangunan daerah yang mengedepankan identitas budaya serta kolaborasi lintas sektor.

Dalam kegiatan serah terima Tugu Biduk Sarolangun, Ahmad Jani hadir mendampingi Bupati Sarolangun, H Hurmin, bersama unsur pimpinan daerah lainnya.

Tugu Biduk yang berdiri di kawasan tepian Sungai Cik Minah, tepatnya di seberang Rumah Dinas Bupati Sarolangun, telah selesai dibangun melalui pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dari 23 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sarolangun.

Selain itu, pembangunan monumen ini dikerjakan oleh PT Gentala Inspirasi Mahakarya.

Pada prosesi tersebut, kontraktor pelaksana terlebih dahulu menyerahkan aset kepada Forum CSR Kabupaten Sarolangun. Selanjutnya, forum CSR secara resmi menyerahkan Tugu Biduk Sarolangun kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Dengan demikian, aset tersebut kini telah menjadi milik pemerintah daerah sekaligus simbol baru kebanggaan masyarakat Sarolangun.

Bupati Sarolangun, H Hurmin, menjelaskan bahwa Tugu Biduk Sarolangun bukan sekadar bangunan visual.

Sebaliknya, monumen ini menjadi rangkuman nilai budaya dan sejarah masyarakat Sarolangun yang harus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Secara filosofis, tugu ini dimahkotai dengan pucuk paku yang melambangkan kehidupan yang tidak pernah habis. Simbol tersebut mencerminkan masyarakat Sarolangun yang tangguh, pantang menyerah, dan mampu bangkit menghadapi perubahan zaman.

Lebih lanjut, Tugu Biduk Sarolangun juga diharapkan menjadi pusat kegiatan budaya masyarakat.

Selain memperkuat identitas daerah, keberadaan ikon baru ini diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Terutama bagi pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan tepian Sungai Cik Minah.

Dengan adanya ikon budaya tersebut, kawasan ini berpotensi berkembang sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata baru di Kabupaten Sarolangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *