Kerinci,Semestajambi.co.id — Seorang jurnalis wanita muda asal Desa Tanjung Tanah, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi, menampilkan tradisi Ingkek Kaco dalam acara peresmian Sanggar Gong Berantai, yang digelar dan disaksikan ratusan warga setempat, tokoh adat, serta pejabat kecamatan.
Jurnalis bernama Deza Ayu Putri Utami tersebut dikenal sebagai satu-satunya jurnalis wanita aktif di Kecamatan Danau Kerinci. Dalam pertunjukan itu, ia tampil sebagai pelaku tradisi dengan memperagakan ritual Ingkek Kaco, termasuk mengusap serpihan kaca ke wajah serta menginjak pecahan kaca, sebagai bagian dari simbol keberanian dan keteguhan batin.
Tradisi Ingkek Kaco merupakan salah satu kesenian adat masyarakat Kerinci yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual ini tidak hanya menampilkan unsur ketahanan fisik, tetapi juga mengandung nilai spiritual, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap adat dan leluhur.
Camat Danau Kerinci yang menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya daerah. Ia menilai keberanian jurnalis muda tersebut menjadi contoh positif bagi anak-anak muda lainnya.
“Kami mengapresiasi partisipasi generasi muda, termasuk jurnalis, yang terlibat langsung dalam pelestarian budaya. Ini menunjukkan bahwa tradisi masih hidup dan mendapat tempat di kalangan anak muda,” ujar camat usai acara.
Menurut panitia penyelenggara, peresmian Sanggar Gong Berantai bertujuan sebagai wadah pembinaan seni dan budaya lokal, sekaligus ruang regenerasi pelaku seni tradisi di wilayah Danau Kerinci. Keterlibatan jurnalis muda dalam pertunjukan ini dinilai sejalan dengan semangat pelestarian tersebut.
Desa Tanjung Tanah, tempat asal jurnalis tersebut, dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Kerinci. Desa ini juga tercatat sebagai lokasi ditemukannya naskah Melayu tertua di dunia yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO, sehingga memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi.
Melalui penampilan Deza tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi di tengah perkembangan zaman. Pemerintah kecamatan berharap sanggar budaya yang telah diresmikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai pusat kegiatan seni dan edukasi budaya bagi masyarakat.