KERINCI, Semestajambi.co.id – Tradisi Kenduri Sko hingga kini tetap menjadi salah satu warisan budaya adat yang dijaga kuat oleh masyarakat diwilayah Provinsi Jambi. Tradisi turun-temurun ini bukan hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat adat serta menjaga nilai budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Salah satu daerah di provinsi Jambi yang hingga saat ini masih menjaga kearifan lokal Kenduri Sko, yakni Kabupaten Kerinci dan Kota sungaipenuh. Biasanya Kenduri Sko digelar oleh masyarakat desa adat dalam waktu tertentu, terutama saat pengukuhan pemangku adat, penyerahan gelar pusaka, hingga musyawarah besar masyarakat.
Selain itu, tradisi ini juga menjadi momentum penting untuk mempertemukan keluarga besar dan masyarakat perantauan yang pulang kampung.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat secara gotong royong mempersiapkan berbagai kebutuhan acara. Mulai dari penyembelihan kerbau, memasak bersama, hingga pertunjukan seni budaya tradisional dilakukan secara bersama-sama. Suasana kebersamaan tersebut menjadi ciri khas utama dalam Kenduri Sko.
Selain memiliki nilai adat yang kuat, Kenduri Sko juga menghadirkan beragam pertunjukan budaya. Masyarakat biasanya menampilkan tari tradisional, pencak silat, musik daerah, hingga arak-arakan benda pusaka adat. Tradisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin mengenal budaya Kerinci lebih dekat.
Lebih mendalam lagi, Kenduri Sko bukan hanya acara seremonial semata. Tradisi ini mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga persatuan, menghormati leluhur, dan mempertahankan identitas budaya daerah. Kenduri Sko juga merupakan simbol persaudaraan masyarakat Kerinci yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain itu, Pelestarian Kenduri Sko sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional. Dukungan dilakukan melalui promosi wisata budaya, festival adat, hingga pelibatan generasi muda dalam setiap kegiatan tradisional.
Dengan perkembangan teknologi dan arus modernisasi saat ini, masyarakat tetap berkomitmen menjaga tradisi adat agar tidak hilang. Karena itu, Kenduri Sko tidak hanya dipandang sebagai pesta adat, tetapi juga sebagai identitas budaya yang memperkuat nilai kebersamaan masyarakat.
Melalui pelestarian budaya tersebut, Kenduri Sko diharapkan terus menjadi warisan budaya yang dikenal luas hingga tingkat nasional bahkan internasional. Tradisi ini sekaligus membuktikan bahwa masyarakat khusunya di kabupaten Kerinci dan Kota sungaipenuh masih memegang teguh adat istiadat dan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.