Temukan Sejumlah Kejanggalan di Lokasi OPLAH Kerinci, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bersama SATGAS TANI MERDEKA JAMBI Minta Perbaikan Menyeluruh

Satgas Tani Merdeka
Satgas Tani Merdeka

KERINCI, JAMBI, semesta jambi.co.id– Peninjauan sejumlah titik kegiatan Optimalisasi Lahan (OPLAH) di Kabupaten Kerinci oleh Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Ir. H. Nandang Sudrajat, M.M., didampingi SATGAS TANI MERDEKA JAMBI, menemukan sejumlah catatan teknis yang membutuhkan evaluasi dan perbaikan dari pihak terkait.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan beberapa kondisi lapangan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan teknis pelaksanaan OPLAH. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian di antaranya pembagian aliran air untuk setiap hektare lahan, kejelasan jalur distribusi air, serta kebutuhan pembangunan dump parit sebagai bagian dari sistem pengelolaan air.

Bacaan Lainnya

Persoalan ini menjadi perhatian karena sistem pengairan merupakan salah satu komponen penting dalam menunjang keberhasilan optimalisasi lahan pertanian. Tanpa perencanaan yang tepat, dikhawatirkan pekerjaan yang dilaksanakan tidak memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.

SATGAS TANI MERDEKA JAMBI menilai, setiap kejanggalan teknis harus segera ditindaklanjuti melalui evaluasi bersama. Apabila desain perencanaan tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan atau dinilai tidak masuk akal, penyedia SID perlu dipanggil untuk memberikan penjelasan secara teknis.

 

Pengawas dan pihak terkait juga diminta terbuka dalam menjelaskan dasar perencanaan serta alasan teknis terhadap pekerjaan yang ditemukan di lapangan.

 

Selain meninjau titik yang telah menjadi perhatian, rombongan juga melakukan peninjauan MC Nol pada lokasi baru yang direncanakan masuk dalam kegiatan OPLAH.

 

SATGAS TANI MERDEKA JAMBI berharap pengalaman dari hasil peninjauan ini menjadi bahan evaluasi agar perencanaan di titik-titik berikutnya benar-benar matang dan tidak mengulangi persoalan serupa.

Program OPLAH harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Jangan sampai pekerjaan selesai secara administratif, tetapi hasilnya tidak mampu menjawab kebutuhan pertanian dan justru berdampak pada produktivitas serta hasil panen petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *