Semestajambi.co.id,Sungaipenuh— Seorang pemilik warung meluapkan kekesalannya setelah sebuah mobil berpelat merah terparkir berjam-jam di depan tempat usahanya. Keberadaan kendaraan tersebut disebut mengganggu akses dan membuat pelanggan enggan berhenti di warung.
Pemilik warung mengaku awalnya mengira kendaraan dinas tersebut hanya berhenti sebentar. Namun, setelah berjam-jam, kendaraan itu ternyata masih berada di lokasi.
Yang membuat pemilik warung semakin kecewa, pengemudi mobil justru diketahui sedang berada di salah satu warung di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut dinilai kurang memperhatikan kepentingan pelaku usaha kecil yang mengandalkan akses keluar-masuk pelanggan.
Pemilik warung pun menyampaikan kekesalannya melalui media sosial.
«“Astaghfirullah. Berjam-jam parkir, ternyata nongkrong di warung. Pakai perasaan lah, Pak.”»ketus pemilik warung.
Ia menilai penggunaan kendaraan berpelat merah semestinya dibarengi dengan sikap dan etika saat menggunakan fasilitas publik.
Menurutnya, kendaraan dinas merupakan fasilitas negara yang digunakan oleh aparatur untuk menjalankan tugas. Karena itu, penggunaannya di ruang publik seharusnya tetap memperhatikan kenyamanan dan kepentingan masyarakat.
«“Mobil plat merah berarti orang berpendidikan, tapi jangan sampai tidak punya rasa. Kami jualan, kalau depan warung ditutup kendaraan berjam-jam, pelanggan mau masuk jadi susah,” keluhnya.»
Pemilik warung berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia meminta pengguna kendaraan, terutama kendaraan dinas, lebih memperhatikan lokasi parkir dan tidak menghambat aktivitas usaha masyarakat.
Persoalan parkir tersebut juga menjadi pengingat bahwa penggunaan fasilitas umum membutuhkan kesadaran bersama. Hal yang mungkin dianggap sepele oleh pengemudi dapat berdampak langsung terhadap penghasilan pedagang kecil.
Pemilik warung menegaskan, dirinya bukan mempersoalkan orang yang datang atau makan di warung sekitar, melainkan keberadaan kendaraan yang diparkir terlalu lama di depan tempat usahanya hingga mengganggu pelanggan.
Ia berharap ke depan para pengguna kendaraan dapat lebih bijak memilih tempat parkir dan menghargai ruang usaha masyarakat.