Semestajambi.co.id, Sungaipenuh — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh, Jambi, dalam beberapa pekan terakhir sangat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh mencatat sebanyak 1.159 kasus ISPA selama periode 24 Agustus hingga 14 September 2026.
Data tersebut disampaikan Kadinkes Kota Sungaipenuh Gunardi melaui Ns. Welly Agrini Yesya, S.Kep., Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh.
Menurut Welly, kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi kelompok masyarakat yang rentan mengalami gangguan saluran pernapasan.
“Selama periode 24 Agustus sampai 14 September, tercatat sebanyak 1.159 kasus ISPA di Kota Sungai Penuh,” ujar Welly.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi udara masih dipengaruhi kabut asap. Masyarakat, terutama anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan, diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk.
Penggunaan masker juga dianjurkan ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas, atau gejala gangguan pernapasan lainnya.
Paparan asap dan partikel di udara dapat mengganggu saluran pernapasan. Kondisi tersebut menjadi semakin penting diperhatikan ketika kabut asap berlangsung dalam waktu cukup lama.
Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh terus mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh gangguan kesehatan yang muncul selama periode kabut asap.
Masyarakat juga diminta menjaga kondisi lingkungan rumah, memastikan sirkulasi udara tetap baik, serta mengurangi paparan langsung terhadap udara luar ketika kualitas udara sedang buruk.
Di sisi lain, upaya penanganan kabut asap tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pengendalian sumber asap dan pencegahan kebakaran juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko paparan terhadap masyarakat.
Dengan tercatatnya 1.159 kasus ISPA dalam rentang 22 hari, kondisi ini menjadi perhatian serius dalam menjaga kesehatan masyarakat Sungai Penuh, khususnya selama kualitas udara belum sepenuhnya kembali normal.
Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat diperlukan, serta segera memperoleh pertolongan medis apabila muncul gejala gangguan pernapasan yang semakin berat.