Semestajambi.co.id, Kerinci– Festival Kopi Kerinci 2026 memang baru langkah awal. Pemerintah daerah bahkan menyatakan akan melakukan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.
Bukan hanya berapa banyak pengunjung yang datang atau berapa banyak kegiatan yang terlaksana, tetapi berapa banyak petani yang naik kelas, berapa transaksi bisnis yang lahir, berapa produk UMKM yang berkembang dan berapa besar nilai ekonomi yang kembali kepada masyarakat.
Sebab, festival yang benar-benar berhasil bukanlah festival yang hanya meriah ketika dibuka.
Festival yang berhasil adalah festival yang manfaat ekonominya tetap terasa ketika panggung sudah kosong, tenda sudah dibongkar dan secangkir kopi kembali diminum di rumah-rumah petani.
“Festival yang berhasil adalah festival yang manfaat ekonominya terasa bagi para petani kopi bukan hanya cuap cuap di panggung saja dan sejauh mana perubahan ekonomi petani.” Ungkap salah seorang petani kopi asal sungaibermas.
Kini bola berada di tangan Pemkab Kerinci menjadikan Festival Kopi Kerinci sebagai awal perubahan ekonomi petani, bukan sekadar kalender kegiatan pemerintah.
Festival tahun ini juga berlangsung ketika persoalan lingkungan dan kualitas udara menjadi perhatian masyarakat Kerinci.
Kondisi tersebut semestinya menjadi pengingat bahwa promosi kopi Kerinci tidak bisa dipisahkan dari persoalan lingkungan. Kerinci ingin dikenal sebagai daerah pertanian, pariwisata dan konservasi. Maka, keberlanjutan lingkungan harus berjalan bersama pengembangan komoditas kopi.
Festival dapat menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat bahwa membangun industri kopi juga berarti menjaga tanah, air, hutan dan lingkungan tempat kopi itu tumbuh.