Semestajambi.co.id, SUNGAI PENUH – Perjuangan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, dalam mendorong inovasi pelayanan sosial mulai membuahkan hasil. Melalui Gerakan 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah), Pemerintah Kota Sungai Penuh berhasil memperoleh pengakuan nasional melalui ajang Pemimpin Daerah Award 2026 kategori Apresiasi Inovasi Daerah.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Alfin di iNews Tower, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Capaian ini menjadi salah satu pengakuan atas upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Gerakan 3S Sungai Penuh mengedepankan semangat gotong royong. Program ini mengajak masyarakat untuk berkontribusi melalui bantuan sederhana berupa segenggam beras, sebutir telur, dan seribu rupiah.
Meskipun terlihat sederhana, gerakan tersebut memiliki tujuan sosial yang penting. Bantuan dikumpulkan untuk membantu keluarga kurang mampu, terutama kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi.
Di bawah kepemimpinan Alfin, Gerakan 3S diarahkan untuk menjangkau keluarga penerima manfaat dari berbagai kelompok rentan.
Sasarannya meliputi balita berisiko stunting, ibu hamil, keluarga rentan secara ekonomi, serta masyarakat lanjut usia (lansia).
Melalui pendekatan gotong royong, program ini diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, keberhasilan program tidak hanya diukur dari penghargaan yang diterima. Pendataan penerima manfaat, pemerataan bantuan, serta transparansi pengelolaan donasi tetap menjadi faktor penting agar Gerakan 3S berjalan berkelanjutan.
Selain penghargaan melalui inovasi 3S, Kota Sungai Penuh juga mencatat sejumlah capaian di bidang lainnya.
Berdasarkan laporan Diskominfosta pada 1 September 2026, Kota Sungai Penuh meraih Peringkat I Tingkat Nasional Peduli Lingkungan.
Pada bidang seni dan budaya, Tim Kesenian Kota Sungai Penuh berhasil meraih Juara II Lomba Apresiasi Seni Budaya Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.
Sementara itu, prestasi generasi muda juga turut mengharumkan nama daerah. Agra Bolsia Atilla berhasil masuk dalam Top 100 Ketua OSIS se-Indonesia.
Tidak hanya itu, Nindya Eltsani Fawwaz memperoleh kepercayaan sebagai pembawa Bendera Pusaka dalam Kirab Monas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Berbagai capaian tersebut memperlihatkan upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional. Mulai dari inovasi pelayanan sosial, kepedulian lingkungan, pendidikan, hingga pelestarian seni dan budaya.
Di sisi lain, penghargaan bukanlah akhir dari perjuangan pembangunan. Justru, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Gerakan 3S perlu terus diperkuat melalui data penerima manfaat yang terbuka dan terukur. Begitu pula penghargaan di bidang lingkungan harus dibuktikan dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, kebersihan sungai, serta kualitas lingkungan yang terus terjaga.
Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah tidak hanya dinilai dari banyaknya penghargaan yang diraih, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Sebab, prestasi terbaik sebuah daerah bukan sekadar pengakuan di tingkat nasional, melainkan perubahan nyata dalam kehidupan warganya.